Saat kita beranjak dwasa banyak hal-hal baru yang belum kita
ketahui.Oleh karenanya banyak remaja yang ingin mencari tahu sendiri
bagaima sih rasanya??? Rasa keingin tahuan remaja merupakan saat puncak
di mana seorang anak beranjak menjadi dewasa.
Contoh dari kenakalan remaja, banyak remaja yang mencontoh cara
berpakaian kebarat-baratan hingga meniru pergaulan bebas orang barat
yang sering mereka lihat di TV atau dari internet. Dan juga banyak
remaja yang sangat ingin tahu terhadap video porno yang jaman sekarang
sudah banyak tersebar melalui handphone, internet atauupun yang
lainnya.Akhirnya mereka melakukan seks bebas.Hingga tak jarang dari
mereka hamil di luar nikah.
Tawuran juga marak dilakukan oleh remaja jaman sekarang. Tak jarang
tawuran hanya dipicu hal yang sepele. Hal-hal yang sebenarnya hanya
salah paham semata, akibatnya kerusakan-kerusakan banyak terjadi.
REMAJA DAN ROKOK
Di masa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat
tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi
si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si
perokok sendiri maupun orang – orang disekitarnya. Berbagai kandungan
zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh
penghisapnya.
Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk
mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan
kekecewaan (reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut
tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana,
2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh
remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di
depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok
sebayanyaatau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.
Penyebab Remaja Merokok :
1. Pengaruh 0rangtua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda
yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua
tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik
yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda
yang berasal darilingkungan rumah tangga yang bahagia.
2. Pengaruh teman
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka
semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan
demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang
terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan
temanteman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang
akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat
87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok
begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)
3. Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin
melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari
kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada
pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang
yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih
mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor
yang rendah.
4. Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran
bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja
seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan
tersebut.
Perkelahian,
atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar.
Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai
ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang
wajar pada remaja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini
sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya),
tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat
menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194
kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain.
Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota
Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas.
Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung
meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga
perkelahian di tiga tempat sekaligus.
DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak
ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama,
pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas
mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan
tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas
lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan.
Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah
yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya
penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup
orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang
paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih
untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir
ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan
hidup bermasyarakat di Indonesia.
Berikut contoh beberapa kenakalan yang sering dilakukan remaja di Indonesia :
Bolos Sekolah
Suka Terlambat
berbohong kepada ortu
berkelahi dengan teman
tidak menurut dengan guru
Nonton majalah atau video porno
Main game berlebihan
Judi kecil-kecilan
dan masih banyak lagi contoh yang lain…
Yang paling penting adalah jangan sampai kenakalan itu berimbas ke
cerita negatif. Sebagai orang tua kita harus memahami bagaimana perasaan
dan kondisi mereka. Contoh jangan bandingkan dengan masa remaja anda 20
tahun yang lalu. Dunia sudah terlalu berubah di waktu sesingkat itu.
Arikel Kenakalan Remaja
Bahaya Narkoba
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dikalangan generasi
muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di
kemudian hari. Karena remaja sebagai generasi yang diharapkan menjadi
penerus bangsa, semakin semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif
penghancur saraf. Sehingga para remaja tersebut tidak dapat berfikir
jernih. Akibatnya generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya
akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebar narkoba kaum muda atau
remaja. Usia sekitar 11 sampai 24 tahun.
Penyebab Narkoba
Rasa penasaran ingin mencoba narkoba
Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya hidup
Keinginan untuk diterima oleh lingkungannya
Menghindari permasalahan hidup
Narkoba mudah di dapatkan dan harganya relatif murah.
Rasa ingin tahu tanpa sadar terhadap akibatnya
Defresi yang cukup besar akibat keluarga, teman, ataupun masyarakat.
Dampak Narkoba
Ø GANGGUAN KESEHATAN FISIK/TUBUH
Kerusakan organ vital. termasuk otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
Keracunan
Gejala putus obat. Seperti mual, impotensi .
Menurunkan kualitas berfikir dan daya ingat
Dapat terjangkit hepatisis dan HIV/AIDS
Apabila mengalami over dosis dapat menimbulkan kematian.
Ø GANGGUAN KEJIWAAN/MENTAL
Menyebabkan depresi mental
Menyebabkan gangguan jiwa berat/psikotik
Menyebabkan bunuh diri
Menyebabkan melakukan tindak kejahatan, kekerasan, dan pengerusakan.
Jenis-Jenis Narkoba
— NARKOTIKA
Diantaranya : Putaw (Heroin), Ganja (Kanabis), Kokain, Morfin, Hashish, dan Opium
— PSIKOTROPIKA
Diantaranya : Ekstasi, Shabu-shabu, pil BK, Megadon, Valium, Madrax
— ZAT ADIKTIF LAINNYA
Diantaranya : Alkohol, Spiritus, Bensin, Lem, Thiner (pelarut cat) dan Toluena.
62,7 Persen Siswi SMP Tidak Perawan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar